Jika blog itu bisa memuaskan saya, itu memang saya akui. Blog pada awalnya adalah kepuasan batin atau kegairahan tersendiri. Tapi ketika kemudian blogging menghasilkan recehan buat saya, itu pun saya harus akui.
Tapi percaya atau tidak, ketika saya mulai bekerja dan online. Pertama yang saya lihat adalah komentar bukan akun adsense, paypal dan yang sejenis. Artinya, komentar itu adalah kegairahan tersendiri. Komentar membuat saya merasa bahwa blog ini diperhatikan, dibaca dan dikritisi. Meski pun ada juga sedikit pujian.
Kenapa anda berkomentar di blog saya? Pertanyaan itu pernah menyergap saya. Ya, kenapa? Mendadak saya curiga kepada para komentator. Jangan-jangan itu basa-basi. Jangan-jangan itu pancingan agar saya berkunjung balik ke blog si komentator dan membalas berkomentar juga. Atau Jangan-jangan sebuah ketulusan.
Kalimat “Jangan-Jangan” di atas memang ada. Bukan cuma di blog saya, tapi juga umum terjadi di blog orang lain. Ok, saya akan membalas komentar atau berkunjung di blog anda. Tapi saya tidak akan membalas berkomentar jika tidak perlu saya komentari, karena pos anda memang tidak menarik perhatian saya. Kemudian, saya tidak akan berkomentar di blog yang tidak relevan dengan blog saya. Meski pun saya membaca satu dua pos yang menarik minat saya.
Egois? Tidak. Anda pun sebaiknya melakukan hal yang sama pada blog saya. Silakan lakukan itu dengan tujuan kualitas komentar yang baik untuk saya dan anda tentunya. Juga untuk menjalin perteman saling menguntungkan antar blog yang relevan.
Setuju? Jika iya, kita memang satu misi dan visi. Jika tidak, kita tetap bisa berteman dengan baik.
Ada komentar dari anda?
Jika anda suka, anda bisa berlangganan update blog ini dengan cara:
Berlangganan Lewat Email | Follow me on Twittter | Gabung di Facebook | Chat di YM
Related posts:




{ 1 comment… read it below or add one }
Dengan komentar kita akan tahu artikel kita berkualitas apa tidak
wafa´s last blog ..Up Grade Diri Anda Meski Sibuk